Selasa, 21 Januari 2014

Melawan Otoritarianisme Penguasa: Arogansi Perhutani VS Perlawanan 16 Petani Cilacap


 “Rebut, duduki dan kuasai”. Mungkin istilah itu tidak asing di telinga kita. Ketiga kata itu adalah jargon politik perjuangan politik rakyat dalam merebut kembali (reklaiming) tanahnya yang dirampas oleh ‘negara’. Dibalik jubah negara, para penguasa selalu berlindung menghindari jeratan hukum. Hukum cenderung digunakan sebagai alat represif menindak masyarakat yang dianggap mengancam stabilitas ‘kekuasaan’.

Penahanan 16 orang petani Cilacap oleh Polres Cilacap di penghujung tahun 2013 karena diduga melakukan penebangan pohon jati milik Perum Perhutani adalah sebuah rangkaian reklaiming yang tertunda. Pelaporan yang berakhir pada penahanan tersebut juga menunjukkan sikap arogansi Perhutani yang tidak hanya ingin menjaga salah satu aset pemasukan negara tersebut tetapi juga ingin mempertahankan status qua atas tanah.

Penonjolan isu ilegal loging di berbagai media merupakan strategi Perhutani untuk membentuk persepsi masyarakat bahwa apa yang terjadi adalah hanya peristiwa pidana semata. Padahal kalau kita telusuri bersama bahwa tindakan penebangan pohon jati oleh 16 Petani yang saat ini mendekam dibalik jeruji besi adalah puncak dari kekesalan warga atas tidak adanya kejelasan ganti atau kompensasi yang seharusnya menjadi hak warga.

Rabu, 01 Januari 2014

ORMAS, KRIMINALITAS DAN PENEGAKAN HUKUM


Sudah hampir 2 bulan, sejak tanggal 27 Oktober 2013 kasus penyerangan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) terhadap 5 orang peserta acara pelatihan kewirausahaan yang diadakan di Padepokan Santi Dharma, Godean, Sleman, DIY.
Awalnya acara tersebut akan diadakan selama 2 hari berturut-turut mulai tanggal 27-28 Oktober 2013 yang akan dihadiri kurang lebihn 20 orang peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY, namun acara tersebut harus dihentikan karena dihadang oleh mereka yang mengatasnamakan dirinya FAKI. Dialog antara Panitia dan salah seorang Petinggi FAKI yang juga dihadiri oleh oknum kepolisian serta aparatur desa setempat tidak cukup memahamkan mereka tentang agenda pertemuan yang akan dilaksanakan, bahkan pihak panitia telah mempersilahkan mereka untuk mengikuti rangkaian acara sebagai bukti bahwa bahwa pertemuan tersebut hanya pelatihan wirausaha. Namun tawaran tersebut pun ditolak dengan nada yang keras.
Melihat suasana yang tidak lagi kondusif akhirnya panitia sepakat acara tersebut dihentikan dengan syarat tidak ada keributan dan meminta aparat kepolisian yang hadir untuk menjamin keamanan para peserta. Tidak puas dengan dhentikannya acara, salah seorang Ketua FAKI sempat emosi dan berteriak dengan nada yang cukup keras bahwa “mereka (panitia dan peserta acara) adalah komunis yang tidak pantas hidup di negeri ini”. Teriakan tersebut pun menyulut emosi oknum FAKI yang lain dengan melakukan penyerangan dan penganiayaan 5 (lima) orang peserta yang baru saja tiba di halaman parkir padepokan Santi Dharma.
Inilah wajah baru subyek kriminalitas Pasca Reformasi di Indonesia khususnya di Yogyakarta. Reformasi yang  melahirkan era demokrasi harus tersecederai oleh tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok atas nama ideologi perjuangan yang salah kaprah.
Telah cukup banyak korban berjatuhan akibat tindakan-tindakan irasional yang berujung pada kekerasan oleh sebagian besar ormas di negeri ini. Kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat seolah tak mampu melawan budaya vandalisme yang semakin mengakar urat dalam perjuangan kelompok-kelompok masyarakat, ada apa?

Sabtu, 19 Oktober 2013

 Negeri Para Bedebah
Catatan Predator Pasca Reformasi



      Indonesia adalah negara yang kaya raya. Potensi kekayaan alamnya sangat luar biasa, baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Bisa dibayangkan, kekayaan alamnya mulai dari kekayaan laut, darat, bumi dan kekayaan lainnya yang terkandung di d alam bumi Indonesia tercinta ini mungkin tidak bisa dihitung. Apabila dilihat secara geografis,dari sabang sampai merauke, terbentang tidak sedikit pulau yang ada di Indonesia. Dengan pulau besar, mulai pulau jawa, sumatra, kalimantan, sulawesi serta Irian Jaya. Namun disamping itu,terdapat pula ribuan pulau yang mengelilingi alam Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai kekayaan alam yang sangat besar dan oleh karenannya dijuluki sebagai negara zamrud khatulistiwa.

Selasa, 15 Oktober 2013

KOLEKSI ALBUM IWAN FALS

Lagu-lagunya yang sederhana namun penuh dengan pesan tentang kehidupan menjadikannya seorang musisi yang patut kita apresiasi. dibawah ini saya share full album Iwan Fals.

01. Iwan Fals-Canda dalam Nada (1979)
Track List
1. Generasi Frustasi
2. Dongeng Tidur
3. Imitasi
4. Kisah Motorku
5. Joni Kesiangan
6. Pengamen(tom slepe)
7. Jaman Edan (tom slepe)
8. Pie-Pie (Pusaka Jaya)
9. Disco Cangkeling




02. Iwan Fals-Perjalanan (1980)
Track List
1. Perjalanan
2. Aku Berjalan
3. Pemborong Jalan
4. Mak
5. Wanita Tiruan
6. Bencana Alam
7. Alasan
8. Inspirasi
9. Gaya Travolta

10. Ibu

Senin, 14 Oktober 2013

Hukum Agraria Indonesia: Himpunan Perarturan-Peraturan Hukum Tanah
Prof. Boedi Harsono

Sekian banyak buku ilmiah mungkin sudah Anda baca. Namun, apakah banyak diantara Anda memerlukan buku lain saat membaca satu buku ilmiah sebagai padanan guna mudah memahaminya?
Boleh jadi, hal itu jarang terjadi. Atau memang ada namun hanya sebagian dari buku yang jadi padanan dibaca oleh Anda untuk memahaminya.
Satu dari sekian buku yang memerlukan buku lain sebagai padanan untuk memahami isi buku pertama adalah karya Boedi Harsono. Penulis adalah pemilik gelar profesor dan salah satu pakar hukum agraria yang boleh dikata mengawal perkembangan reformasi pertanahan Indonesia. Sehingga isi buku ini layak pula disebut sebagai karya ilmiah anak bangsa yang mengawal perjalanan reformasi pertanahan di Indonesia.
Download Free Full Album Boomeran

Bagi para pecinta dan penikmat musik rock, mungkin Band yang berdiri pada 8 Mei 1994 ini selalu menghiasi daftar lagu winamp anda.

1. Album Boomerang (1994)
Boomerang
No More
Neiskia
Setan Tertawa
Kuda-kuda Binal
Tanah Perjanjian 
Bunga
Kasih






2. Album K.O. (1995)

Kontaminasi 
Otak
Oya
Bawalah Aku
Gagal Total
Kebebasan
Baladan Orang Jalanan
Penari Malam
Kisah
Bird

And Anggels Gonna Sing



Coming soon.. 
  • Disharmoni (1996)
  • Hits Maker (1997)
  • Segitiga (1998)
  • Hard 'n Heavy (1999)
  • Best Ballads (1999)
  • Xtravaganza (2000)
  • The Greatest Hits of Boomerang (2003)
  • Terapi Visi (2003)
  • Urbanoustic (2005)
  • Suara Jalanan (2009)
  • Reboisasi (2012)
Membongkar Gurita Cikeas: di Balik Kasus Bank Century
Catatan Perjuangan Transparansi Vs Arogansi Pasca Reformasi

Masih Segar dalam Ingatan kita Buku yang berjudul  Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century” yang ditulis oleh George Junus Aditjondro. Buku dengan cover seekor gurita dengan “Mahkota Raja Jawa” itu isinya dengan sangat berani membongkar KKN yang berada di sekeliling Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejak dari Pemilu dan Pilpres 2009 hingga kasus Bank Century.  
Namun baru tiga hari diedarkan jaringan Gramedia, pada hari Sabtu (2612), buku tersebut sudah tidak ada lagi di pasaran. Bukan karena habis dibeli, tetapi diduga karena adanya desakan dari kekuasaan. Sejak itu sampai sekarang, buku tersebut menjadi bahan bola panas yang menggelinding di sisi bola panas yang lain yang bernama Kasus Bank Century, sebuah bank gagal yang mendapat suntikan dana sebesar Rp 6,7 trilyun dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jauh melebihi Rp 1,3 trilyun yang disetujui DPR‐RI. Keduanya memang menggelinding dengan cepat dan mengarah ke sasaran yang sama: Penguasa republik ini.